Historia

Sala Lauak, ‘Perantau’ Pariaman yang Populer di Pekanbaru

sala lauak

SUARA PEKANBARU - Dari berbagai suku yang ada di Tanah Air, suku Melayu merupakan salah satunya yang paling termahsyur. Tersebar di sepanjang wilayah Sumatera, saat berkunjung kesana kamu akan mudah menemukan budaya dan adat khas Melayu, tak terkecuali makanannya. 

Meski tampak serupa, sejatinya terdapat beberapa perbedaan kecil dalam pembuatan makanan Melayu dari berbagai wilayah. Dan, selain itu ada beberapa makanan khas Melayu yang menyebar dari wilayah ke wilayah lain, sala lauak misalnya.

Mudah ditemui di berbagai sudut kawasan Pekanbaru, sala lauak berasal dari Padang Pariaman. Sala lauak sendiri merupakan sajian gurih nan renyah yang terbuat dari campuran adonan tepung beras dan ikan laut.

Cara pembuatannya, campuran tepung beras dan ikan sungai cincang akan diuleni hingga kalis, lalu digoreng berbentuk bulatan kecil hingga berwarna cokelat keeemasan.

“Setelah adonan dibentuk bulat, biasanya akan diisi dengan ikan laut. Namun sekarang sudah jarang dibuat seperti itu, kebanyakan penjual akan langsung mencampurkan ikan ke dalam adonannya,” ungkap Diki, penduduk lokal Pekanbaru, Beberapa waktu lalu.

Memiliki tekstur luar yang sedikit keras namun lembut di mulut, sala lauak memiliki cara penyajian yang berbeda-beda. Menurut Diki, Padang Pariaman biasa menyantap sala lauak bersama dengan lontong, irisan telur dan sayur paku. 

Sementara itu, penduduk Pekanbaru lebih suka menyajikannya sebagai menu kudapan di kala senggang, yang dihidangkan bersama dengan cocolannya, yakni saus cabai bercita rasa asam. 

“Kalau di Padang Pariaman pasangannya (sala lauak) adalah sayur paku. Percampuran bahan-bahan yang ada memperkaya tekstur hidangan saat disantap, tapi di makan langsung tanpa campuran juga enak,” pungkasnya.

Selain tersaji dalam keadaan gurih, terdapat pula sala lauak manis yang layak kamu coba saat melipir ke Kota Madani ini. Dalam pembuatannya, bola-bola sala lauak yang telah matang akan dibalut dengan kelapa parut dan gula, lalu disajikan tanpa adanya cocolan.

Di Pekanbaru, sala lauak biasanya dijajakan dengan menaiki sepeda atau sepeda motor yang bagian depannya diisi dengan etalase makanan khas Pekanbaru tersebut. Dibanderol dengan harga yang murah meriah, yakni Rp, 500 perbuah, kamu sudah bisa menikmati si gurih nan renyah sala lauak khas Melayu ini.

Tertarik mencicipinya? 





[Ikuti Terus Suarapekanbaru.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Suarapekanbaru.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...