Pemko Pekanbaru Gelar Lomba Pengelolaan Sampah Berhadiah Umroh
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menggelar lomba pengelolaan sampah yang profesional oleh Lembaga Pengelola Sampah (LPS) kelurahan. Mereka yang dinilai terbaik dalam mengelola sampah, bakal mendapatkan hadiah umroh.
Tim dari DLHK Kota Pekanbaru, diantaranya TP PKK dan Dharma Wanita Pekanbaru sudah turun kelapangan, dan melakukan penilaian terhadap 30 LPS yang ada dimasing-masing kelurahan.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra menyampaikan, penilaian yang dilakukan tidak hanya pada LPS saja, namun juga badan usaha, serta sekolah adiwiyata.
"Tim sudah turun ke masing-masing wilayah, ke 30 LPS tersebut. Tim dari DLHK, seperti PKK, dharma wanita. Penilaian bukan hanya LPS saja, ada badan usaha, kemudian ada sekolah Adiwiyata yang juga dilakukan penilaian," kata Reza, Rabu (17/6/2026).
"Sore hari ini kami akan melakukan rekap hasil dari tim saat turun tersebut. Dan nanti ketika sudah selesai rekapnya, disitu kita akan lihat nilai tertinggi siapa, dan itu nanti akan diumumkan (pemenang) di hari jadi Kota Pekanbaru," sambung Reza.
Menurut Reza, Pemko telah menyiapkan sejumlah hadiah berupa becak motor (bentor), serta hadiah utama berupa umroh yang nantinya akan diserahkan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho kepada LPS terbaik.
"Untuk sekolah adiwiyata dengan badan usaha, ini akan dapat uang pembinaan sebagai penghargaan bagi mereka dari pemerintah kota," jelas Reza.
Ia menuturkan, ada tiga kategori penilaian yang dilakukan terhadap 30 LPS. Seperti Kategori Kecil, Kategori ini menyasar lembaga yang melayani kurang dari 1.000 penduduk kelurahan.
Kemudian kategori sedang. Yakni menilai kinerja pelayanan untuk 1.000 hingga 3.000 warga. Dan kategori besar. Diperuntukkan bagi wilayah padat dengan cakupan lebih dari 3.000 penduduk.
Untuk penilaian terhadap 30 LPS, dari 83 LPS yang ada, sudah dilakukan terhitung pada 8 Juni hingga 18 Juni 2026.
Reza mengatakan, lomba pengelolaan sampah yang profesional oleh LPS dilaksanakan bertujuan memotong rantai distribusi pembuangan sampah, agar tidak seluruhnya dibuang dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"LPS ini harus melakukan pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah itu apa? Dari rumah tangganya, dari masyarakat itu sudah mulai melakukan pemilhan sampah dan sampah yang dipisah dan dipilah itu diolah. Nah LPS la yang melakukan pengolahan itu, itu nilainya yang paling tinggi," jelas Reza.
Dalam pengelolaan sampah, Reza berharap ada terobosan baru yang dilakukan oleh LPS. Sehingga volume sampah yang ada berkurang.
"Ada yang uniknya, LPS ini sudah memilah sampah organik. Mereka menampung semua sampah organik, dan itu nanti akan dijual menghasilkan uang. Jadi keunikan atau terobosan-terobosan inilah yang kita harapkan dari masing-masing LPS ini, karena sejatinya LPS ini adalah lembaga pengelolaan sampah," pungkasnya.
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : suara.pkudotcom@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Suarapekanbaru.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan

Tulis Komentar