News

Tekan Angka Putus Sekolah Dengan Sistem Domisili

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus berupaya untuk meningkatkan sistem pendidikan. Pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di kota ini menjadi fokus. 

Perubahan sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini menjadi berbasis domisili diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut
Wakil Wali Kota (Wawako( Pekanbaru Markarius Anwar ST MARch menyatakan, sistem domisili yang menggantikan pola zonasi diharapkan dapat memperluas akses pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mencegah terjadinya anak putus sekolah. 

"Dengan sistem domisili ini, kami berharap tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan akses pendidikan. Sehingga, angka putus sekolah dapat ditekan," kata Markarius Anwar, Senin (30/3/2026). 

Pemko Pekanbaru menerima berbagai masukan dari Forum Anak Kota Pekanbaru. Mereka memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, seperti anak penyandang disabilitas dan anak jalanan. 

Forum Anak mendorong adanya kebijakan afirmasi agar kelompok tersebut mendapatkan kesempatan yang lebih luas dalam mengakses pendidikan. 

"Kami akan mempertimbangkan pemberian jalur afirmasi sebagai bentuk dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus," terang Markarius. 

Ia memastikan bahwa Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Sehingga, seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.