98 Persen Posyandu di Pekanbaru Jalankan 6 SPM, Sistem Pelaporan Diperkuat

Kamis, 01 Oktober 2026 - 18:24:43 WIB

Sulastri saat launching penginputan Posyandu 6 SPM di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Kamis (1/10/2026)

Sekitar 98 persen dari 650 Posyandu di Kota Pekanbaru telah mampu menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini memperkuat sistem pelaporan agar berbagai kebutuhan masyarakat yang ditemukan kader dapat lebih cepat ditindaklanjuti. 

Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Pekanbaru, Sulastri, mengatakan transformasi Posyandu tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan, tetapi juga penguatan sistem pelaporan. 

Melalui sistem tersebut, kader dapat menyampaikan berbagai masukan dan kebutuhan masyarakat yang ditemukan di lapangan. Data yang diinput selanjutnya dapat dipantau oleh camat dan lurah. 

Hal itu disampaikan Sulastri saat launching penginputan Posyandu 6 SPM di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Kamis (1/10/2026). 

"Semua masukan dari warga sesuai dengan SPM. Sekarang, Posyandu sudah bertransformasi menjadi enam SPM. Sistem ini nantinya memudahkan kader dalam melaporkan berbagai masukan dari masyarakat," ujar Sulastri. 

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan pemerintah mendapatkan informasi mengenai kebutuhan warga secara lebih cepat sehingga intervensi dapat segera dilakukan. 

"Artinya, dengan sistem ini, kami bisa langsung mengeksekusi setiap laporan yang ada di warga. Data juga bisa terus diperbarui dan dicek," jelasnya. 

Berdasarkan pembaruan data TP Posyandu, sekitar 98 persen dari 650 Posyandu di Pekanbaru telah melaksanakan enam SPM.
Meski capaian tersebut cukup tinggi, Sulastri menegaskan evaluasi tetap dilakukan untuk memastikan pelaksanaan enam SPM berjalan sesuai ketentuan. 

"Kami tidak ingin cepat merasa puas. Kami juga masih ragu apakah pelaksanaannya sudah benar-benar sesuai dengan yang diharapkan. Karena itu, akan terus kami perbarui dan evaluasi," katanya. 

Sistem pelaporan tersebut ke depan juga akan disempurnakan dan diintegrasikan dengan aplikasi Pekanbaru Aman. Integrasi ini diharapkan dapat membuat proses pemantauan dan pelaporan Posyandu semakin efektif.
Serahkan 200 Paket Alat Antropometri 

Selain memperkuat sistem pelaporan, TP Posyandu Pekanbaru juga memberikan dukungan sarana pelayanan. Sebanyak 200 paket alat antropometri diserahkan kepada 200 Posyandu. 

Sulastri mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan TP Posyandu pada awal tahun untuk mengetahui kebutuhan masing-masing Posyandu. 

"Hari ini, kami menyerahkan 200 paket alat antropometri untuk 200 Posyandu. Ini merupakan hasil monev yang kami lakukan di awal tahun untuk mengetahui apa saja kebutuhan Posyandu," sebutnya. 

Pemenuhan kebutuhan sarana Posyandu akan dilakukan secara bertahap. TP Posyandu mulai dari tingkat kecamatan hingga kota akan terus menghimpun masukan dari kader mengenai sarana dan dukungan yang masih diperlukan. 

Dalam kegiatan yang sama, sebanyak 300 bibit cabai dari Dinas Ketahanan Pangan juga disalurkan kepada kelompok Dasa Wisma.
Bibit tersebut diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas sekitar 3.000 kelompok Dasa Wisma yang telah dibentuk di Pekanbaru. 

"Kami berharap bibit ini bisa dikembangkan. Sehingga, ibu-ibu Dasa Wisma yang sudah kami bentuk bisa semakin aktif," harap Sulastri.
Dorong Gerakan Sedekah Buku 

Sulastri juga meluncurkan gerakan literasi yang digagas Bunda Literasi Kota Pekanbaru dengan tema "Satu Buku Sejuta Harapan untuk Pekanbaru". 

Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi dalam gerakan sedekah buku. Buku yang terkumpul nantinya akan disimpan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pekanbaru. 

Camat dan lurah juga diminta menyosialisasikan gerakan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Program ini diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) serta Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Pekanbaru. 

"Kami berharap Kota Pekanbaru bisa menjadi salah satu daerah yang unggul dalam budaya literasi dan kegemaran membaca," tuturnya. 

Ke depan, Sulastri mengungkapkan rencana agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga kelurahan memiliki perpustakaan atau pojok baca. 

"Setiap OPD harus memiliki perpustakaan atau pojok baca. Begitu juga setiap kecamatan dan kelurahan. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk membudayakan literasi di daerah masing-masing," katanya. 

Sulastri berharap berbagai program tersebut dapat memperkuat sinergi antara TP PKK, TP Posyandu, pemerintah daerah, kader dan masyarakat. 

"Semoga, semua bisa bekerja sama dan terus bersinergi untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga," pungkasnya.