Wako Agung Safari Ramadan ke Pusat Kebangkitan Sejarah dan Budaya Pekanbaru
Safari Ramadan Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar ST MARch berlanjut ke Masjid Raya Kecamatan Senapelan, Ahad (22/2/2026)
Safari Ramadan Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar ST MARch berlanjut ke Masjid Raya Kecamatan Senapelan, Ahad (22/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wako Agung menegaskan komitmen pemerintah kota menjadikan Senapelan sebagai pusat kebangkitan sejarah, budaya, dan persatuan masyarakat.
Di hadapan tokoh agama, masyarakat, dan jajaran pemerintah kecamatan, Agung menyebut Senapelan bukan sekadar wilayah administratif, melainkan 'rumah kedua' yang memiliki ikatan emosional kuat dengan dirinya dan jajaran pemerintah kota.
"Kami di Kecamatan Senapelan ini sudah menjadi tempat tinggal dan tempat bermain kedua bagi kami," kata Wako Agung.
Salah satu capaian yang disorot adalah revitalisasi Rumah Singgah Tuan Kadi, situs cagar budaya yang kini menjelma menjadi ikon baru Kota Pekanbaru. Bangunan bersejarah yang sebelumnya kurang terkelola itu kini ramai dikunjungi masyarakat.
Menurut Agung, pengunjung di Rumah Singgah Tuan Kadi tidak hanya datang dari berbagai kecamatan di Pekanbaru, tetapi juga dari kabupaten lain, bahkan luar Provinsi Riau.
"Rumah Tuan Kadi hari ini sudah menjadi ikon baru Kota Pekanbaru. Masyarakat datang untuk melihat situs sejarah dan cagar budayanya," terangnya.
Revitalisasi ini menurut Agung, dinilai menjadi langkah konkret pemerintah dalam menghidupkan kembali identitas sejarah kota yang berakar kuat di kawasan Senapelan.
Selain pelestarian bangunan bersejarah, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menghidupkan kembali tradisi Petang Balimau, ritual budaya dan keagamaan yang menjadi bagian penting menyambut bulan Ramadhan.
Tradisi tersebut, kata Agung, berlangsung meriah dan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan di Pekanbaru.
Ia menegaskan, pelestarian budaya ini juga berkaitan dengan visi besar menjadikan Sungai Siak sebagai beranda depan pembangunan kota.
"Jangan sampai Sungai Siak hanya menjadi belakang atau dapur pembangunan. Sungai Siak harus menjadi halaman rumah Kota Pekanbaru," tegasnya.
Dalam momentum Ramadhan, Agung juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan kekompakan. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.
"Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, jangan sampai kita mudah terpecah karena perbedaan," papar Agung.
"Kita juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengawasi pergaulan anak-anak, memperkuat pendidikan agama di rumah," ulasnya.
Agung juga mengajak seluruh warga menjadikan Ramadhan bukan hanya sebagai ritual tahunan, melainkan momentum refleksi dan perbaikan diri baik secara individu maupun kolektif sebagai masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wako Pekanbaru juga menyalurkan bantuan Rp100 juta untuk pembangunan masjid dari Pemerintah Kota Pekanbaru.