News

Lapak PKL HR Soebrantas Dibongkar Satpol PP Pekanbaru

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru membongkar puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di sepanjang Jalan HR Subrantas, wilayah Kecamatan Binawidya hingga Tuah Madani, Selasa (9/6/2026). 

Total ada 90 lapak yang ditargetkan akan dibongkar. Penertiban dilakukan setelah para pemilik lapak tidak mengindahkan surat peringatan yang sebelumnya telah dilayangkan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Lapak yang sebagian besar terbuat dari kayu itu berdiri di kawasan Daerah Milik Jalan (DMJ). 

Pantauan dilapangan dalam proses penertiban, Satpol PP menurunkan dua unit alat berat excavator untuk merobohkan bangunan liar. Satu per satu lapak yang berada di tepi jalan, termasuk di depan RRI Subrantas, dibongkar petugas tanpa adanya perlawanan berarti dari pemilik. 

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, mengatakan lebih dari 90 lapak PKL menjadi sasaran penertiban. Menurutnya, langkah tersebut diambil karena para pedagang tidak mematuhi peringatan yang telah diberikan sebelumnya. 

"Kita hari ini menertibkan di sejumlah titik di sepanjang Subrantas. Sebelumnya sudah kita beri peringatan untuk melakukan pembongkaran mandiri," kata Desheriyanto, Selasa (9/6/2026). 

Ia menjelaskan, keberadaan lapak-lapak tersebut melanggar aturan karena berdiri di atas DMJ. Bahkan, sebagian bangunan diketahui dibangun di atas drainase dan trotoar yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum. 

Desheriyanto menambahkan, penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta kelancaran arus lalu lintas di salah satu ruas jalan utama Kota Pekanbaru yang selama ini dipadati aktivitas perdagangan. 

"Sebenarnya sejak beberapa waktu lalu sudah ada kesepahaman antara PKL dengan pihak kecamatan untuk membongkar lapak secara mandiri. Namun hingga kini tidak dilakukan, sehingga hari ini kita lakukan penertiban," jelasnya. 

Sementara itu, salah seorang pemilik lapak aksesoris kendaraan, Riki mengaku pasrah dan tidak mempersoalkan lapaknya dibongkar.

"Rata-rata kawan kawan sudah dapat tempat jualan yang lain, ya kami pasrah saja," pungkasnya.